<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mulla Sadra Society - Indonesia</title>
	<atom:link href="http://mullasadraindonesia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mullasadraindonesia.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2009 02:45:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mullasadraindonesia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mulla Sadra Society - Indonesia</title>
		<link>http://mullasadraindonesia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mullasadraindonesia.wordpress.com/osd.xml" title="Mulla Sadra Society - Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mullasadraindonesia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Meneladani Sadra dan “Membumikan” Empat Perjalanan Ruhani / Spiritual</title>
		<link>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/meneladani-sadra-dan-%e2%80%9cmembumikan%e2%80%9d-empat-perjalanan-ruhani-spiritual/</link>
		<comments>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/meneladani-sadra-dan-%e2%80%9cmembumikan%e2%80%9d-empat-perjalanan-ruhani-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mullasadra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mullasadraindonesia.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[M. Norsatya Azmatkhan Di era modern yang serba instan dan praktis ini, manusia kerap mencari jalan yang mudah dan sederhana untuk memahami dan melaksakan suatu ilmu dan pemikiran yang rumit. Berangkat dari pandangan ini dan dari keinginan meneladani Mulla Shadra saat beliau memberikan ‘nilai’ pemikiran filosofisnya dalam bingkai spiritualisme kaum arif dengan empat perjalanan rohani; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mullasadraindonesia.wordpress.com&amp;blog=9039224&amp;post=13&amp;subd=mullasadraindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>M. Norsatya Azmatkhan</p>
<p>Di era modern yang serba instan dan praktis ini, manusia kerap mencari jalan yang mudah dan sederhana untuk memahami dan melaksakan suatu ilmu dan pemikiran yang rumit. Berangkat dari pandangan ini dan dari keinginan meneladani Mulla Shadra saat beliau memberikan ‘nilai’ pemikiran filosofisnya dalam bingkai spiritualisme kaum arif dengan empat perjalanan rohani; Penulis secara khusus mengajak kepada diri penulis sendiri dan rekan-rekan di Mulla Shadra Society of Indonesia , serta secara umumnya kepada masyarakat luas, untuk secara sadar menerapkan empat perjalanan rohani / spiritualitas dalam berbagai sendi kehidupan kita, sebagai pemaknaan atas jalan kehidupan kita. Hal ini tidaklah harus berangkat secara ideal sempurna, seperti yang dilakukan oleh kaum sufi dan filsuf par excellence (Apabila dapat, amatlah baik), namun dengan segala keterbatasan kita, berangkat dari role model tersebut, kita bisa menerapkan secara sederhana pula dalam kehidupan kita sehari-hari. Pandangan tersebut, hendak penulis jelaskan sebagai berikut.</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p>Pengetahuan modern sudah dapat menerima bahwa manusia selain memiliki kecerdasan intelektual dan emosional (IQ dan EQ) juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yakni kecerdasan dalam memaknai dan memberi nilai-nilai spiritualitas pada kehidupan dan moment-momentnya. Kecerdasan Spiritual inilah yang melahirkan kebijaksanaan (Wisdom) dalam diri manusia, dan karena yang esensial dari manusia adalah spiritnya, maka kecerdasan inilah yang terpenting bagi manusia dalam menemukan &amp; mengalami kebahagiaan. Kecerdasan type inilah yang dikembangkan para kaum arif / sufi, demikian pula Mulla Shadra dan pengikutnya. Namun dalam pandangan penulis, Mulla Shadra berhasil menggunakan ketiga kecerdasan tersebut, dengan IQ-nya beliau berhasil menyusun penjelasan rasional yang luar biasa atas pengalaman spiritualnya, dengan EQ-nya beliau berhasil dalam menyampaikan ajarannya ke masyarakat sebagai interaksi social beliau dan dengan SQ-nya beliau berhasil menggali, mendapatkan, memaknai pengalaman hidupnya dan pemikirannya sebagai pengalaman spiritual, sebuah perjalanan spiritual MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN Tuhan.</p>
<p>Di era modern ini, ada sebuah contoh kasus dimana seorang yang pintar, punya kedudukan, kaya raya, terkenal, punya banyak teman dan penggemar, namun merasa kehidupannya terasa hampa dan memilih bunuh diri. Hal ini menunjukkan kurangnya Kecerdasan Spritual (SQ) untuk memaknai kehidupannya sehingga gagal dalam menemukan kebahagiaan, &amp; mengalami kegamangan dalam kehidupannya. Di lain pihak secara ekstrim (tentu saja kita tidak harus mengikuti contoh ini) ada seorang sufi yang zahid atau pertapa yang tanpa harta duniawi, tanpa title, gelar &amp; kedudukan duniawi, hidup sendiri membujang dan jauh dari masyarakat, namun hatinya dipenuhi kebahagiaan, karena dengan kecerdasan spiritualnya (SQ) memaknai kehidupannya sebagai suatu keindahan berasal dari CINTA, dalam CINTA dan akan kembali pada CINTA. (Orang seperti ini yang Imam Khomeini katakan sebagai orang yang washil namun tersesat di DALAM-NYA, tidak mau berbagi berkah dengan kembali ke masyarakat). Tentunya yang ideal adalah mengintegrasikan ketiga kecerdasan ini dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat menemukan kebahagiaan dalam berbagai area kehidupan kita, salah satunya adalah dengan meneladani Mulla Shadra yang kita lihat berhasil menggunakan ketiga kecerdasan ini.</p>
<p>Khususnya mengenai SQ, kita dapat memberi penilaian, makna spiritual yang membahagiakan hati kita pada berbagai bidang kehidupan kita. Bila kita memaknai hidup kita dengan husnuzhon &amp; banyak bersyukur, sesuai dengan Sunatullah (LAW OF ATTRACTION dalam istilah modern) maka kebahagiaan &amp; kenikmatan akan sering kali hadir dalam hidup kita. Bila kita memaknai segala sesuatu sebagai manifestasi Ilahi, cerminan Sang Kekasih Sejati kita beserta segala nama dan sifat-Nya, maka dengan pemaknaan ini kita akan selalu menjumpai keindahan, bayangan Sang Kekasih Sejati kita, yang membawa rasa bahagia bagi kita; dimana-mana kita akan menyadari perwujudan cinta-Nya sebagaimana kaum Sufi / Irfan menyadari hal tersebut. Demikian pula bila kita meneladani Mulla Shadra dalam membawa dimensi SQ (4 perjalanan rohani) dalam area kehidupannya, juga sebagai bingkai atas penyusunan pemikiran rasionalnya; insya Allah kita akan menemukan kebahagiaan dalam memaknai kehidupan kita sebagai perjalanan Rohani MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN Tuhan, Sang Kekasih Sejati. Dengan kesadaran SQ kita masing-masing yang unik, secara sederhana, kita juga dapat meneladani beliau menggunakan beberapa diantara 4 perjalanan ruhani sebagai nilai spiritualitas yang membingkai kegiatan duniawi kita.</p>
<p>Sebagai contoh, Islam mengajarkan bahwa belajar, bekerja dan melakukan suatu yang ‘bermanfaat’ bagi diri dan orang lain merupakan ibadah terutama bila didasari untuk mendekatkan diri kepada-NYA (MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN-NYA, Sang Kekasih Sejati) dan mencari Ridho-Nya. Bila kita menyadari “manfaat” dari apa yang kita pelajari dan lakukan, pada “hakekatnya” manfaat apapun merupakan cerminan dari Nama dan Sifat Allah, AN-NAFII (Yang Memberi Manfaat). Ketika kita memberi manfaat pada orang lain, kita sedang memanifestasikan Nama &amp; Sifat-Nya tersebut. Kita menjadi saluran berkah-Nya. Hal ini merupakan suatu proses pemanifestasian kualitas Ilahi melalui dan dalam diri kita, dan hal ini merupakan proses penyempurnaan diri kita. Jadi bila kita mempelajari sesuatu apapun yang bermanfaat, pada hakekatnya kita sedang dalam perjalanan pertama MENUJU Al-Haqq yang dalam hal ini, sedang dalam proses perjalanan untuk bisa memanifestasikan kualitas Ilahi, nama AN-NAFII (bisa pula terkait dengan kualitas nama Ilahi lainnya sesuai dengan kondisi keadaan yang kita hadapi) dalam dan melalui diri kita. Ketika ilmu yang kita pelajari dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri, pada hakekatnya kita sedang menempuh perjalanan rohani kedua, DALAM Al-Haqq, lantas ketika kita dengan ilmu tersebut, dapat bermanfaat bagi orang lain / masyarakat, pada hakekatnya kita berada dalam perjalanan rohani yang ketiga yakni DARI Al-Haq, lantas ketika kita berhasil menularkan, mengajar, mengajak, membimbing orang untuk “mengestafetkan” ilmu yang bermanfaat tersebut (orang lain, melalui kita terinspirasi untuk menuntut pula ilmu yang bermanfaat tersebut bukan hanya untuk merasakan manfaatnya seorang diri) maka secara hakekat dapat kita maknai sebagai perjalanan keempat DENGAN Al-Haqq. Dengan penilaian yang sederhana ini, namun penuh makna, maka kita dapat menemukan suatu manfaat dalam kehidupan kita (Sebagai cerminan Kekasih Sejati kita), serta berbagi manfaat dan menyebarluaskannya kepada banyak pihak. (Semoga banyak pihak dapat mendapat manfaat dan kebahagiaan melalui kita).</p>
<p>Aplikasi nilai “manfaat” bisa pada berbagai macam hal, tidak hanya terbatas pada ilmu akademis saja, sebagai misal seorang yang panggilan hati nuraninya (sebagai bimbingan Ilahi) ingin mengembangkan bakat seninya. Seni yang dapat “bermanfaat” untuk menghibur orang pun, bersumber dari cerminan Ilahi, juga merupakan sarana untuk berbakti &amp; beribadah. (Terutama bila pengekspresian seni tersebut sesuai syariah) Ketika orang tersebut mempelajari seni music sebagai misal, hal tersebut merupakan perjalanan pertama, setelah menguasai dan dapat bermanfaat bagi dirinya, setidaknya dapat menghibur dirinya sendiri, secara hakekat merupakan perjalanan kedua, ketika dia berhasil menghibur orang lain, merupakan perjalanan ketiga dan ketika dia menularkan ilmunya, dengan orang lain belajar music kepadanya dan berhasil menguasainya merupakan perjalanan keempatnya.</p>
<p>Berhubung tulisan ini dibuat pada bulan ramadhan, sebagai contoh terakhir adalah tentang manfaat puasa (Misalnya sebagai pengobat jiwa / riyadhoh spiritual dan raga / detoksifikasi). Ketika belajar mencari tahu manfaat puasa secara hakekat kita berada dalam perjalanan pertama, ketika kita sudah mengetahui, mengamalkan puasa dan merasakan manfaatnya, kita dalam perjalanan kedua, ketika orang lain mendapat manfaat dari puasa kita (aman dari perbuatan kita yang dapat menyakitinya) dan kita ajak dan jelaskan manfaat puasa, kita pada perjalanan ketiga dan seandainya orang lain terbut terinspirasi mengikuti kita maka hal tersebut adalah perjalanan keempat.</p>
<p>Artinya proses empat Perjalanan Rohani, secara praktis dan metaforis (dibanding proses aslinya oleh kaum sufi) dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita amalkan, merupakan proses untuk memanifestasikan kualitas Ilahi dalam diri kita, untuk penyempurnaan diri kita, yang terkait dengan berbagai kualitas nama ilahi seperti An-Nafi, Ar-Rahman, Al-Alim, Al-Adil, Al-Wahab, tergantung konteks area kehidupan yang kita jalani. Hal ini sebagaimana anjuran Hadist untuk berakhlak dengan akhlak Allah, yang mana Penulis kaitkan dengan Empat Perjalanan Mulla Shadra, Manifestasi nama dan sifat Allahnya, (Tahali dan Tajali) kaum Sufi, dan ilmu ESQ yang beredar di jaman modern ini. Diharapkan kedepannya pandangan ini bisa diintegrasikan dengan sistem pendidikan di Indonesia, dimana suatu pengajaran, pembelajaran, dan pengaplikasian ilmu yang bermanfaat merupakan proses pendekatan pada Ilahi dan suatu perjalan ruhani. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat mendekatkan kita kepada-Nya, dan meningkatkan kualitas hidup kita dalam menjalani perjalanan kehidupan MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN TUHAN Sang Kekasih Sejati…Wallahu a’lam bishowab. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mullasadraindonesia.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mullasadraindonesia.wordpress.com&amp;blog=9039224&amp;post=13&amp;subd=mullasadraindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/meneladani-sadra-dan-%e2%80%9cmembumikan%e2%80%9d-empat-perjalanan-ruhani-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3ad16bbd5e7722c3dee9ad53ced1f0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mullasadra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulla Shadra dan Perjalanan Kehidupan Menuju, Dalam, Dari dan Dengan Tuhan (Al-Haqq)</title>
		<link>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/mulla-shadra-perjalanan-kehidupan-menuju-dalam-dari-dengan-tuhan-al-haqq/</link>
		<comments>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/mulla-shadra-perjalanan-kehidupan-menuju-dalam-dari-dengan-tuhan-al-haqq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mullasadra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mullasadraindonesia.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[M. Norsatya Azmatkhan Mulla Shadra adalah salah seorang filosof Muslim terbesar sebagai pelopor Filsafat Hikmah. Bila menilai dari keahliannya, beliau juga bisa diidentifikasi sebagai seorang arif / sufi serta seorang ahli ulama ilmu kalam / teologi (Mutakalim). Hal itu berkat jasanya mensintesis &#38; mengintegrasi bidang-bidang keilmuan tersebut dengan filsafat hikmahnya serta mampu menyelesaikan berbagai perselisihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mullasadraindonesia.wordpress.com&amp;blog=9039224&amp;post=8&amp;subd=mullasadraindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>M. Norsatya Azmatkhan</p>
<p>Mulla Shadra adalah salah seorang filosof Muslim terbesar sebagai pelopor Filsafat Hikmah. Bila menilai dari keahliannya, beliau juga bisa diidentifikasi sebagai seorang arif / sufi serta seorang ahli ulama ilmu kalam / teologi (Mutakalim). Hal itu berkat jasanya mensintesis &amp; mengintegrasi bidang-bidang keilmuan tersebut dengan filsafat hikmahnya serta mampu menyelesaikan berbagai perselisihan antara mazhab-mazhab keilmuan tersebut. Namun demikian pemikiran filsafatnya bukanlah sekedar hasil sebuah penggabungan, melainkan suatu system khusus filsafat, sekalipun berbagai metode pemikiran Islam memberikan pengaruh yang cukup berarti dalam terciptanya metode filsafat ini, namun kita harus menganggapnya sebagai suatu system pemikiran yang mandiri. Perlu pula diingat, Mulla Shadra menunjukkan pengetahuan yang luas lagi mendalam tentang Al-Quran dan hadist, sehingga mazhab yang dianutnya ini dapat dinilai lebih islami dalam hal kandungannya, dan selain mempertemukan berbagai ragam pemikiran, beliau mengajukan pula ide-ide baru dengan titik tekan tertentu, sehingga membentuk mazhab filsafat baru di dunia Islam, bahkan filsafat ini semakin menunjukkan sosok-kuatnya di Iran dewasa ini dan diharapkan kedepannya ke berbagai belahan dunia Islam lainnya pula sebagai langkah untuk mewujudkan kembali kejayaan peradaban Islam.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p><strong>Empat Perjalanan Rohani / Spritual</strong></p>
<p>Di antara usaha yang dilakukan Mulla Shadra adalah menjelaskan pembahasan filsafat, yang merupakan suatu bentuk pelajaran penalaran dan pemikiran, disusun secara sistematis, sehingga menyerupai kaum arif / sufi dalam menjelaskan masalah perjalanan rohani dan hati, dimana dipercayai bahwa seorang pengembara rohani (salik) harus menempuh perjalanan &amp; pengembaraan rohani diantara 4 tahapannya, yakni sebagai berikut :</p>
<p>1). Perjalanan dari makhluk ‘MENUJU’ Al-Haq / Tuhan (sayr min al-khalq ila Al-Haq)</p>
<p>Pada tahap ini, pengembara rohani / spiritual berusaha untuk melewati dan meninggalkan alam realitas dan sebagian alam metafisika, sehingga mampu berjumpa dengan Al-Haq dan tidak ada lagi tirai pembatas.</p>
<p>2). Perjalanan dengan Al-Haq ‘DALAM’ Al-Haq / Tuhan (sayr bi Al-Haq fi Al-Haq)<br />
Setelah pengembara spiritual dekat dengan zat Al-Haq, maka dengan bantuan-Nya ia mengadakan perjalanan dalam berbagai kesempurnaan dan sifat-sifat-Nya.</p>
<p>3). Perjalanan ‘DARI’ dan dengan Al-Haq / Tuhan menuju makhluk (sayr min Al-Haq ila al khalq bi Al-Haq)<br />
Sang Pengembara spiritual kembali ke tengah masyarakat, namun kembalinya ini bukan berarti berpisah dari Al-Haq, ia menyaksikan keberadaan Al-Haq pada segala sesuatu dan bersama segala sesuatu.</p>
<p>4). Perjalanan dalam makhluk ‘DENGAN’ Al-Haq / Tuhan (sayr fi al khalq bi Al-Haq)<br />
Sang Pengembara spiritual berusaha untuk memberi petunjuk kepada masyarakat serta membimbing mereka kepada Al-Haq.</p>
<p>Mulla Shadra menyusun berbagai permasalahan filsafatnya berdasarkan pada metode perjalanan dan pengembaraan yang bersifat pemikiran dan mental ke dalam bingkai empat bentuk perjalanan tersebut.<br />
1). Permasalahan yang merupakan dasar dan landasan tauhid (topik-topik umum filsafat) pada hakikatnya perjalanan pemikiran kita dari makhluk ‘MENUJU’ Al-Haq<br />
2). Pembahasan tauhid dan mengenal Tuhan serta sifat-sifat Ilahi sebagai Perjalanan dengan A-Haq ‘DALAM’ Al-Haq<br />
3). Pembahasan berbagai perbuatan Tuhan dan berbagai alam universalia eksistensi sebagai Perjalanan ‘DARI’ dan dengan Al-Haq menuju makhluk<br />
4). Pembahasan tentang jiwa dan tempat kembali sebagai Perjalanan dalam makhluk ‘DENGAN’ Al-Haq</p>
<p>Buku karangan Mulla Shadra, Asfar al-Arba’ah, yang memiliki arti empat perjalanan, disusun berdasarkan system dan urutan di atas. Mulla Shadra menamakan system khusus filsafatnya ini dengan nama Filsafat Hikmah / Hikmah Muta’aliyah. Beliau menyebut filsafat lainnya yang popular dan biasa digunakan oleh umum, termasuk di dalamnya filsafat iluminasi dan peripatetic, dengan sebutan filsafat konvensional / umum.</p>
<p>Mengenai perjalanan kehidupan Mulla Shadra sendiri; beliau dilahirkan di Syiraz dimana ayahnya merupakan pegawai tinggi pemerintah setempat. Mulla Shadra wafat di Basrah, saat melakukan haji ketujuhnya ke Mekkah (wafat 1050 H). Sebagai seorang ulama yang produktif, Shadra meninggalkan karya meliputi hampir 50 buku tentang berbagai soal di hampir setiap disiplin ilmu-ilmu tradisional Islam. Mengikuti penjelasannya sendiri dalam Asfar Al-Arba’ah, para ahli sejarah membagi perjalanan kehidupannya dalam 3 Periode tahapan perjalanan kehidupan dari antara 4 Tahapan Perjalanan Rohani.</p>
<p>1). Periode Pertama kehidupan Mulla Shadra sebagai Perjalanan Rohani dari makhluk ‘MENUJU’ Al-Haq<br />
Pada periode ini, Mulla Shadra mengambil pendidikan formal di bawah asuhan guru-guru terbaik pada zaman itu. Di bawah asuhan Syeikh Baha’Al-Din Al-‘Amili (wafat 1622 M) beliau menerima pendidikan ilmu hadist, tafsir, syarah Al-Quran dan fiqih, khususnya fiqih Ja’fari. Pada tahap berikutnya, dia menerima pendidikan ilmu-ilmu filosofis dibawah asuhan Mir Damad, yang dijuluki Sang Guru Ketiga (setelah Aristoteles dan Al-Farabi). Setelah merampungkan pendidikannya, Shadra meninggalkan Isfahan, karena kritik sengit terhadap pandangan-pandangannya dari kaum ulama yang dogmatis. Hal ini membawanya pada periode kehidupan berikutnya.</p>
<p>2). Periode Kedua kehidupan Mulla Shadra sebagai perjalanan rohani dengan Al-Haq ‘DALAM’ Al-Haq<br />
Pada periode ini, Mulla Shadra menarik diri dari khalayak, menjalani uzlah di sebuah desa kecil dekat Qum. Selama periode ini, pengetahuan yang pernah diperolehnya mengalami kristalisasi yang semakin utuh. Kreatifitasnyapun menemukan tempat penyaluran dengan menyusun beberapa bagian dari kitab Asfar Al-Arba’ah dalam periode kehidupannya ini.</p>
<p>3). Periode Ketiga kehidupan Mulla Shadra sebagai Perjalanan rohani ‘DARI’ dan dengan Al-Haq menuju makhluk.<br />
Pada periode ini, Mulla Shadra kembali sebagai pengajar di Syiraz, dan menolak tawaran untuk mengajar atau menduduki jabatan resmi di Isfahan. Semua karya pentingnya beliau hasilkan dalam periode ini. Beliau tidak berhenti menghidupkan semangat kontemplatifnya. Beliau melakukan praktek asketis dan sebagaimana disebutkan dalam karyanya, beberapa argument filosofisnya dia peroleh melalui pengalaman spiritualnya (vision, mukasyafah).</p>
<p>Meskipun, para ahli sejarah mengikuti penjelasan Mulla Shadra sendiri dalam Asfar Al-Arba’ah membagi perjalanan kehidupannya hanya sampai dalam Periode ke-3 Perjalanan kehidupannya dari 4 Tahapan Perjalanan Rohani, (kemungkinan karena ketawadukan beliau) namun dalam pandangan penulis (wallahu alam bi showab), Mulla Shadra, telah pula memasuki tahapan ke-4 Perjalanan Rohani, yakni<br />
4. Perjalanan rohani dalam makhluk ‘DENGAN’ Al-Haq, dalam tahapan ini Sang Pengembara Spiritual berusaha untuk memberi petunjuk kepada masyarakat serta membimbing mereka kepada Al-Haq. Dalam hal ini, Tahapan ke-4 bagi seorang salik adalah ketika ia menjadi mursyid dan membimbing muridnya untuk ‘melakukan’ pula perjalanan rohani MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN Al-Haq. Dalam periode ketiga, Mulla Shadra kembali dari uzlahnya ke masyarakat untuk mengajar, hal ini akan memasuki tahapan keempat bila diantara murid-muridnya ada yang tidak cuma sekedar paham, namun juga sadar untuk ‘menggunakan’ ajaran beliau sebagai bimbingan dalam ‘melakukan’ pula perjalanan Rohani tersebut. Atau dengan kata lain ada murid hasil bimbingan ajaran Mulla Shadra yang menjadi penerusnya mengikuti jejak beliau dalam melakukan Perjalanan Rohani MENUJU, DALAM, DARI &amp; DENGAN Al-Haq dan meneruskan estafet perjalanan ruhani ini kepada calon salik/murid yang lain di sepanjang zaman. Penulis memandang, dengan sampainya ajaran ilmu beliau kepada kita, melalui para murid penerusnya sampai masa kini yang paham &amp; mempraktekkan ajarannya (melalui menantu beliau dan para murid penerus &amp; pengikut mazhabnya seperti Haji Mulla Hadi Sabzewari, w. 1212-1297 H), merupakan pertanda bahwa beliau berhasil mencapai maqam tahap keempat. Meskipun secara fisik, sudah meninggal, menurut pandangan penulis, Mulla Sadra dalam tahap perjalanan rohani keempat; beliau bisa dipandang sebagai orang yang berjihad di jalan Allah dengan ilmu yang bermanfaat, Quran menjelaskan orang seperti itu tidaklah mati, namun Hidup DENGAN AL-HAQ, dan dengan melalui ilmu bermanfaatnya yang membimbing, beliau juga tetap hidup, DALAM sanubari pengikut mazhabnya (MAKHLUK) yang paham &amp; menjalani pula 4 Perjalanan Ruhani / Spiritual. (Semoga kita semua juga termasuk penempuh perjalanan Ruhani tersebut dan mencapai tahap maksimal yang sesuai kadar optimal kita)</p>
<p>(Disadur dari berbagai sumber)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mullasadraindonesia.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mullasadraindonesia.wordpress.com&amp;blog=9039224&amp;post=8&amp;subd=mullasadraindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mullasadraindonesia.wordpress.com/2009/08/31/mulla-shadra-perjalanan-kehidupan-menuju-dalam-dari-dengan-tuhan-al-haqq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3ad16bbd5e7722c3dee9ad53ced1f0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mullasadra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
